Kamis, 29 Oktober 2020

Bolehkah Makan Daging Aqiqah di Acara Aqiqah Sendiri? | Aqiqah Tangerang Murah

Aqiqah Tangerang Murah

Aqiqah Tangerang Murah - Ada beberapa pertanyaan di warga tentang bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri atau bolehkah ibu menyusui memakan daging aqiqah anaknya? Bolehkah anak yang diaqiqahi makan dagingnya? Pertanyaan-pertanyaan itu sering memusingkan warga dan mereka tidak mendapatkan jawaban yang tentu tentang hal itu.

Akibatnya banyak yang takut makan daging aqiqahnya sendiri atau anaknya sebab takut itu haram atau dilarang. Karena itu kesempatan ini Saung aqiqah coba mengulas tentang bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri. Harapannya supaya permasalahan ini jadi jelas dan tidak memusingkan beberapa orang.

Aqiqah adalah beribadah sunnah yang dicontohkan oleh nabi. Hingga telah semestinya jadi umatnya kita ikuti seruannya dan melakukan perintahnya. Keutamaan lakukan aqiqah ada banyak bila kita perhatikan. Oleh karenanya lakukan aqiqah adalah suatu hal yang seharusnya berupaya untuk kita kerjakan.

Jumlahnya kambing aqiqah yang dipotong sendiri telah jelas, yakni 2 ekor untuk anak lelaki dan 1 ekor untuk anak wanita. Tidak ada perdebatan dalam permasalahan ini. Serta hampir sebagian besar masyarakat muslim sudah tahu lewat khotbah atau kajian-kajian para ustadz.

Waktu penerapan aqiqah sendiri disunnahkan di hari ke tujuh kelahiran si bayi. Bertepatan dengan pencukuran rambut bayi dan pemberian nama bayi islami untuk lelaki atau nama bayi islami untuk wanita. Yang sering jadi permasalahan ialah mengenai pembagian daging aqiqah.

Hukum Makan Daging Aqiqah Sendiri

Apa daging olahan kambing aqiqah harus diberikan semua? Bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri? pertanyaan-pertanyaan seperti ini terus jadi masalah dan memunculkan bingung dan keragu-raguan di warga saat lakukan aqiqah. Ditambah lagi terkadang jawaban di antara ustadz yang satu dan lain tidak sama tentang hukum makan daging aqiqah kita sendiri.

Kami akan coba memberi jawaban dari pertanyaan itu. Jawaban yang kami mengambil di bawah ini adalah pengucapan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, seperti dikutip dari Rumaysho.com,

Beliau pernah diberi pertanyaan sama lantas berikut jawaban beliau rahimahullah,

“Hendaknya daging aqiqah dimakan sebagiannya. Sebagiannya dihadiahkan dan disedekahkan. Mengenai kadar pembagiannya tidak ada kadar khusus. Yang dimakan, yang dihadiahkan dan yang disedekahkan dibagi sesuai dengan keringanan.

Bila dia ingin, ia bagikan pada kerabat dan sahabat-sahabatnya. Bisa jadi pembagiannya itu di negeri yang sama atau di luar daerahnya. Namun, harusnya ada jatuh untuk orang miskin dari daging aqiqah itu.

Tidak kenapa daging aqiqah itu dibuat (di rebus) dan dibagi sesudah masak atau dibagi berbentuk daging mentah. Semacam itu ada kelapangan.” (Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb, 5: 228)


Aqiqah Tangerang Murah


Akhirnya dijadikan tulang (yang tidak dipecah) untuk dimakan dan diberi makan pada yang lainnya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah juz ke-5). Judulan atau jadl adalah setiap tulang yang disimpan tanpa dipecah dan tidak bercampur dengan lainnya. Ini disebutkan dalam Al-Qamus Al-Muhith, hlm. 975.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berkata dalam Syarh Al-Mumthi’ (7: 545), bahwa judulan adalah anggota tubuh hewan berupa tulang yang tidak dipecah. Tulang tersebut diambil dari persendian-persendian.

Disebutkan pula dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah, orang yang memiliki hajat aqiqah bisa membagi hasil daging aqiqah dalam bentuk daging mentahan atau yang sudah matang. Hasil tersebut bisa diserahkan pada fakir miskin, tetangga, kerabat atau teman dekat. Keluarganya pun bisa memakan darinya. Ia pun boleh mengundang orang miskin, orang kaya untuk makan-makan di rumahnya. Masalah ini ada kelapangan.

Demikian yang disarikan dari fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam fatawanya Al-Islam Sual wa Jawab no. 20646.


Rangkuman

Dari jawaban di atas mengisyaratkan jika daging aqiqah bisa dimakan oleh yang beraqiqah atau lakukan aqiqah. Selanjutnya beberapa lainnya disedekahkan atau diserahkan kepada saudara muslimnya lainnya. Untuk lebih jelas tentang ini seharusnya tanyakanlah pada ustadz yang lebih berkompeten di sekitar anda.

Demikian bahasan tentang bolehkah kita makan daging aqiqah sendiri. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan anda sejauh ini. Wallahu A’lam Bish Shawwab.


 Aqiqah Tangerang Murah


Mengapa pilih Aqiqah NURUL HAYAT?

TERBUKTI

Berpengalaman dan telah dipercaya puluhan ribu pelanggan. Membantu ibadah Aqiqah ummat lebih dari 3000 kambing setiap bulannya. dan terdistribusi hingga 60 kota di seluruh Indonesia.

SESUAI SYARIAT

Pilihan hewan, proses penyembelihan dan masak dijamin memenuhi syarat sahnya Aqiqah dan telah tersertifikasi HALAL dari majelis Ulama Indonesia MUI

BERNILAI SEDEKAH

Aqiqah Anda Insya Allah semakin berkah karena semua keuntungan penjualan digunakan untuk mendukung program dakwah dan sosial Nurul Hayat. Hanya disini Anda beraqiqah sekaligus bernilai sedekah

 

AQIQAH NURUL HAYAT

Kantor Layanan Tangerang Selatan :

Jalan Ir. Juanda 55(Raya Ciputat) Tangerang Selatan

Telp. (021) 7444096 / 087700404096 (WA)

Kantor Layanan Tangerang :

Jl Imam Bonjol 71A Karawaci Kota Tangerang

Telp. (021) 22251295 / 082123456309 (WA)

Rabu, 28 Oktober 2020

Aqiqah atau Kurban, Mana yang Harus Didahulukan? | Aqiqah Tangerang Murah

 

Aqiqah Tangerang Murah

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar Islam. Di hari raya ini, umat muslim yang memiliki kemampuan dianjurkan untuk melakukan kurban hewan.

Namun, bila seseorang sejak lahir hingga dewasa belum pernah aqiqah, lantas mana yang harus didahulukan? Apakah wajib melakukan aqiqah terlebih dahulu atau kurban terlebih dahulu?

Aqiqah dan kurban merupakan dua ibadah yang hukumnya sunnah menurut mazhab Syafi'i dan ditandai dengan aktivitas penyembelihan hewan yang telah memenuhi syarat untuk dipotong.

Perbedaan antara kedua ibadah tersebut terletak pada waktu pelaksanaan. Bila kurban dilakukan pada Bulan Dzulhijjah, sementara aqiqah dilakukan saat mengiringi kelahiran seorang bayi dan dianjurkan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran.

Adapun aqiqah merupakan hak anak atas orang tuanya. Anjuran ini ditekankan kepada orang tua bayi yang diberi kelapangan rezeki untuk berbagi dalam rangka menyambut kelahiran sang anak.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi". (HR Bukhari).

Aqiqah Tangerang Murah

Aqiqah yang dibebankan kepada orang tua diberikan kelonggaran hingga si bayi tumbuh sampai memasuki masa baligh. Setelah itu, anjuran aqiqah tidak lagi dibebankan kepada orang tua melainkan diserahkan kepada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya. Namun, lebih diutamakan untuk dilaksanakan.

Pada dasarnya akikah merupakan hak seorang anak atas orang tuanya, artinya anjuran untuk menyembelih hewan akikah sangat ditekankan kepada orang tua bayi yang diberi kelapangan rizki untuk sekedar berbagi dalam rangka menyongsong kelahiran anaknya.

Hal ini sesuai sabda Rasulullah saw: مَعَ الغُلاَمِ عَقِيقَةٌ Artinya: aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi (HR. Bukhari). Para ulama memberi kelonggaran pelaksanaan akikah oleh orang tua hingga si bayi tumbuh sampai dengan baligh.

Setelah itu, anjuran akikah tidak lagi dibebankan kepada orang tua melainkan diserahkan kepada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya. Dalam hal ini tentunya melaksanakan akikah sendiri lebih baik dari pada tidak melaksanakanya.

Untuk pelaksanaan antara aqiqah dan kurban mana yang harus didahulukan, maka disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Apabila mendekati Hari Raya Idul Adha maka lebih baik mendahulukan kurban daripada aqiqah.

Aqiqah Tangerang Murah

Namun, apabila aqiqah dan kurban dilaksanakan secara bersamaan juga diperbolehkan, yakni membaca dua niat dalam menyembelih kurban dan aqiqah sekaligus.

Hal tersebut mengacu pada kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani yang artinya sebagai berikut:

"Ibnu Hajar berkata bahwa seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup. Berbeda dengan al-‘Allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi".

Ada baiknya pula- apabila menginginkan kedua-keduanya qurban dan akikah maka bisa mengikuti pendapat Imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat kurban dan akikah sekaligus.

 Menurut hemat kami jawabannya adalah tergantung momentum serta situasi dan kondisi. Apabila mendekati hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, maka mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan aqiqah. Ada baiknya pula- apabila saudara menginginkan kedua-keduanya (qurban&aqiqah)- saudara mengikuti pendapat imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus.

Dalam kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani disebutkan, Ibnu Hajar berkata: “Seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup”. Berbeda dengan al-‘allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Konsekuensi yang mungkin kotradiktif dari pendapat imam Romli ini adalah dalam pembagian dagingnya, mengingat daging kurban lebih afdhal dibagikan dalam kondisi belum dimasak (masih mentah), sementara akikah dibagikan dalam kondisi siap saji.

Problem ini tentunya tidak perlu dipermasalahkan karena cara pembagian tersebut bukanlah termasuk hal yang subtantif. Kedua cara pembagian daging tersebut adalah demi meraih keutamaan, bukan menyangkut keabsahan ibadah.

Aqiqah Tangerang Murah

Pelaksanan kurban dan aqiqah yang dikerjakan sekaligus seringkali menimbulkan kontradiksi di kalangan masyarakat dalam hal pembagian daging. Dalam kurban, daging dianjurkan dibagikan dalam kondisi mentah sementara untuk aqiqah dibadikan dalam kondisi siap saji.

Meski demikian, hal tersebut tidak perlu dijadikan permasalahan sebab cara pembagian bukanlah masuk ke dalam hal substantif. Sehingga cara pembagian tidak menyangkut keabsahan ibadah yang dijalani.

Mengapa pilih Aqiqah NURUL HAYAT?

TERBUKTI

Berpengalaman dan telah dipercaya puluhan ribu pelanggan. Membantu ibadah Aqiqah ummat lebih dari 3000 kambing setiap bulannya. dan terdistribusi hingga 60 kota di seluruh Indonesia.

SESUAI SYARIAT

Pilihan hewan, proses penyembelihan dan masak dijamin memenuhi syarat sahnya Aqiqah dan telah tersertifikasi HALAL dari majelis Ulama Indonesia MUI

BERNILAI SEDEKAH

Aqiqah Anda Insya Allah semakin berkah karena semua keuntungan penjualan digunakan untuk mendukung program dakwah dan sosial Nurul Hayat. Hanya disini Anda beraqiqah sekaligus bernilai sedekah

AQIQAH NURUL HAYAT

Kantor Layanan Tangerang :

Jl Imam Bonjol 71A Karawaci Kota Tangerang

Telp. (021) 22251295 / 082123456309 (WA)

Senin, 19 Oktober 2020

Syarat Aqiqah Anak Perempuan

Syarat aqiqah anak perempuan ada beberapa syarat yang perlu dipahami dan dilakukan agar sesuai syariat islam. Seblum itu pahami dulu makna Aqiqah itu sendiri. 

Aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran anaknya adalah menggelar acara aqiqah. Mereka menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

Aqiqah merupakan salah satu ajaran yang wajib dijalankan setiap Muslim ketika memiliki anak. Anjuran melaksanakan aqiqah ini sesuai sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

Karena itu, setiap Muslim harus mengetahui tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki sesuai sunnah Rasulullah. Selain itu, Sahabat Dream juga perlu mengetahui masalah tata cara aqiqah orang dewasa menurut Islam.

Dengan mengenal tata cara aqiqah yang sesuai sunnah, Muslim bisa menjalankan hidupnya dengan tenang karena telah melaksanakan ibadah yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW. Untuk lebih jelasnya, berikut ini pengertian aqiqah, menurut bahasa dan istilah.

Syarat Aqiqah Anak Perempuan


Daftar Isi :

  1.  Apa itu Aqiqah
  2.  Hukum Aqiqah
  3.  Waktu Terbaik Aqiqah
  4. Tata cara aqiqah

Apa Itu Aqiqah?

Dari segi bahasa Arab, aqiqah berasal dari kata al qat’u yang berarti memotong. Kata ini memiliki dua pengertian. Makna pertama adalah memotong rambut bayi yang baru lahir. Sementara makna ke dua memotong atau melakukan penyembelihan hewan.

Sementara, menurut istilah, aqiqah adalah proses pemotongan hewan ternak pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan. Penyembelihan hewan ternak saat aqiqah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Hukum Aqiqah Anak

Hukum aqiqah anak perempuan dan laki-laki merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.

Yang artinya: " Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan diberi nama. (HR. Tirmidzi no. 2735, Abu Dawud no. 2527, Ibnu Majah no. 3165. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab al-Irwa' no. 1165).

Sahabat Dream mungkin banyak yang bertanya tentang kalimat setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya.

Nah, di antara pendapat para ulama adalah anak yang tidak diaqiqahkan lalu meninggal dunia, maka anak itu tidak akan memberi syafaat bagi kedua orang tuanya.

Hukum aqiqah anak adalah sunnah muakkad menurut jumhur ulama. Sedangkan tata cara aqiqah sudah dijelaskan oleh para ulama dengan berdasarkan pada hadis Rasulullah SAW di atas.

Waktu Terbaik Aqiqah

Dalam tata cara aqiqah sesuai sunnah Rasulullah, waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah di hari ke tujuh setelah kelahiran bayi.

Hal itu sudah diterangkan dengan jelas pada hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah sebelumnya.

Lantas, bagaimana menentukan hari ke tujuh untuk melaksanakan aqiqah? Disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah bahwa jika bayi lahir siang hari, maka sudah termasuk hari pertama dari tujuh hari.

Sedangkan jika bayi dilahirkan pada waktu malam, tidak termasuk dalam hitungan. Hari pertama adalah hari berikutnya.

Misalnya, ketika bayi lahir hari Sabtu pagi, maka hari tersebut sudah dianggap sebagai hari pertama dari tujuh hari. Sehingga orang tuanya akan mengerjakan aqiqah pada hari Jumat minggu depannya.

Sebaliknya, jika bayi lahir Sabtu malam, maka hari pertamanya adalah hari Minggu keesokan paginya. Sehingga orang tuanya boleh melaksanakan aqiqah pada hari Sabtu minggu depannya.

Namun ada sebagian yang menggunakan tata cara waktu aqiqah pada 14 atau 21 hari setelah kelahiran bayi. Menurut Mazhab Syafi’i, aqiqah tetap dapat dilaksanakan setelah melewati hari ke tujuh kelahiran bayi.

Bagaimana jika anak meninggal dunia sebelum aqiqah? Mazhab Syafi’i tetap menganjurkan aqiqah walaupun anak tersebut telah meninggal dunia sebelum hari ke tujuh.

Syarat aqiqah anak perempuan

Tata Cara Aqiqah Anak Perempuan dan Laki-laki Sesuai Sunnah

Sebelumnya, Dream telah menjelaskan pengertian aqiqah, hukum aqiqah, dan waktu terbaik aqiqah. Sekarang saatnya membahas tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki sesuai sunnah.

Urutan atau tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki sebenarnya sama saja. Yang membedakan hanyalah jumlah kambing yang dikurbankan untuk aqiqah.

Berikut tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki sesuai sunnah.

Lalu bagaimana dengan tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki yang sesuai sunnah Rasulullah? Berikut adalah penjelasan tentang tata cara aqiqah menurut Islam.

1. Menyembelih Kambing

Aqiqah identik dengan menyembelih kambing. Namun, di era modern ini, menyembelih kambing untuk aqiqah adalah hal yang merepotkan. Karena itu, banyak yang membeli masakan kambing yang sudah siap digunakan untuk acara aqiqah anak.

Jumlah kambing yang disembelih untuk aqiqah berbeda antara anak perempuan dan laki-laki. Untuk aqiqah anak perempuan orang tua menyiapkan satu ekor kambing. Sedangkan untuk anak laki-laki, orang tua menyembelih dua ekor kambing.

2. Memasak Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah selanjutnya adalah memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Soal ini, ada dua pendapat ulama mengenai daging aqiqah.

Pendapat pertama mengatakan sebaiknya daging hewan aqiqah dimasak terlebih dahulu kemudian dibagikan. Pendapat ke dua menyarankan untuk membagikan daging aqiqah seperti daging kurban, tidak dimasak terlebih dahulu.

Namun jumhur ulama lebih mengajurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang-orang. Hal itu diungkapkan dalam kitab Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, sudah jelas disebutkan bahwa daging aqiqah sebagian dimakan. Sedangkan sebagiannya lagi dibagikan kepada orang-orang.

Tata cara aqiqah membagikan daging ini hampir sama dengan daging kurban. Sebagian daging aqiqah diberikan kepada keluarga Muslim yang melaksanakan aqiqah. Sementara sisanya dapat dibagikan kepada tetangga ataupun fakir miskin

 Syarat aqiqah anak perempuan

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah berikutnya adalah mencukur rambut bayi yang baru lahir dan memberikan nama kepadanya. Dalam tata cara aqiqah menurut Islam, orang tua memberikan nama yang baik kepada anak yang baru lahir.

Memberikan nama yang baik mencerminkan bagaimana akhlak dan imannya nanti kepada Allah SWT.​ Hukum mencukur rambut bayi saat melakukan aqiqah menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama adalah sunnah.

 5. Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah anak selanjutnya adalah mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut adalah bacaan doa yang sebaiknya diucapkan untuk bayi yang baru lahir.

U'IIDZUKA BI KALIMAATILLAAHIT TAMMAATI MIN KULLI SYAITHOONI WA HAAMMAH. WA MIN KULLI 'AININ LAAMMAH."

Yang artinya: " Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang Perkasa, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian."

Demikianlah tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki sesuai sunnah yang sebaiknya dipelajari dan dilaksanakan.

Syarat aqiqah anak perempuan

Jasa Aqiqah Bogor

Jasa Aqiqah Bogor -  Dalam tradisi umat Islam, kelahiran seorang anak biasanya dirayakan dengan acara aqiqahan. Acara aqiqah dilaksanakan ...